Headlines News :

Kota Bekasi

Kota Bekasi

KOTA BEKASI

KOTA BEKASI

Klik

Perumahan (Cileungsi) Bogor

Perumahan (Cileungsi) Bogor

Video : HEBOH "Seorang Bocah Diajari Minum Sampai Pingsan"

JATIASIH - Wilayah Kelurahan Jatirasa-Kecamatan JatiAsih Kota Bekasi, bertempat diwarnet Jatirasa seorang bocah dibawah umur dijarin minum-minuman keras sampai pingsan. Orang tua korban mengamuk setelah mengetahui bahwa anaknya pingsan karena menenggak minuman keras, pelaku langsung babak belur dan dibawa kekantor Polsek Jatiasih. (Adhi)


                       

Kecelakaan Berujung Adu Mulut


MUSTIKAJAYA - (www.zonapantau.com) Pukul 15:30 Sore, telah terjadi kembali kecelakaan sepeda motor dengan mobil minibus tepat didepan Kantor Kecamatan MustikaJaya Kota Bekasi. (17/09)

Bermula pengemudi mobil minibus berhenti mendadak tepat dipintu keluar-masuk Kator Kecamatan MustikaJaya, dikarenakan ada berkendara lain sedang masuk kearah Kantor Kecamatan.

"Tiba-tiba pengemudi sepeda motor langsung menghantam bemper mobil bagian belakang, dan terlempar kearah pinggir jalan," warga sekitar kejadian langsung memberi pertolongan kepada pengendara motor dan mobil.

Dalam kecelakaan ini pihak pengemudi mobil dan motor tidak mau mengalah dalam kesalahan berkendara, karena pihak pengemudi mobilpun merasa berhenti dengan benar, dan pengemudi motor juga merasa kalau pengemudi mobil berhenti dengan mendadak.
 
Warga sekitar pun langsung mererai keduanya dalam adu mulut, dan diselesaikan oleh warga setempat dengan membawa keduanya kekantor Polsek terdekat agar bisa menyelesaikan dengan kepala dingin. (Adhi


Video : PDAM Tirta Bhagasasi "Konsumen Harap Sabar Menunggu".

 



                       

PDAM Tirta Bhagasasi Mengharapkan Konsumen Untuk Bersabar.

Saat Perbaikan Kembali Pipa Yang Lepas
BEKASI SELATAN - (www.zonapantau.com) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan air bersih kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Bekasi ini, bertahun-tahun melayani masyarakat Bekasi dengan sepenuh hati dalam penyediaan air bersih.

Rabu, 17/09/14 Siang tadi pihak PDAM Tirta Bhagasasi kembali mendapat teguran dari warga/konsumen yang tidak mendapatkan air bersih kembali.

Perbaikan Pipa bawah tanah yang rusak terkena alat berat, saat proyek normalisasi kalimalang/pelebaran kali yang dikerjakan pihak PJT II ini padahal sudah rampung diperbaiki oleh pihak PDAM Tirta Bhagasasi pada hari selasa kemarin. Tidak tau Kenapa,"Pipa Tersebut Terlepas Kembali." Kata, Endang Kurnaen selaku Humas PDAM TB saat meninjau kembali pipa yang terlepas.

"Pihak PDAM TB ini tidak ada niat untuk mengecewakan para konsumen dalam menyediakan air bersih, kami selalu berusaha yang terbaik untuk melayani konsumen dengan sepenuh hati."Ungkap Endang.
"Ia juga berharap kepada konsumen agar bersabar sementara dalam mendapatkan air bersih, dan seluruh pihak PDAM TB meminta maaf sebesar-besarnya kepada para konsumen, karena kebocoran ini adalah faktor tidak kesengajaan dari pihak luar."Harapnya. (Adhi)




Seluruh SKPD Pemkot Bekasi Memperingati Hari Perhubungan Nasional 2014.


BEKASI TIMUR - (www.zonapantau.com) 19/09/14 Bertempat Lapangan SerbaGuna Bekasi, pagi tadi Dinas Perhubungan (DISHUB) Kota Bekasi memperingati Hari Perhubungan Nasional Tingkat Kota Bekasi Tahun 2014.

Acara HUT Perhubungan ini dihadiri WaliKota & Wakil WaliKota Bekasi, Seluruh SKPD Esellon III-IV, Insan Kepolisian, Dan Seluruh Staf DISHUB Kota Bekasi yang juga ikut andil meramaikan HUT Perhubungan Nasional tersebut.

WaliKota Bekasi, Rahmat Effendi," Dengan adanya Hari Peringatan Perhubungan Nasional Tahun 2014 ini, Khususnya bagi Dinas Perhubungan agar bisa lebih meningkatkan pembangunan sektor tranportasi demi menuju Kota Bekasi yang lebih Maju Dan Sejahtera kedepannya."Harapnya.

Seusai Acara HUT Perhubungan Nasional Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Supandi mengatakan," ditahun 2014 ini kita mencoba untuk meningkatkan sektor-sektor pembangunan, khususnya sektor transportasi agar bisa menuju Kota Bekasi yang lebih maju dalam transportasi."Ungkapnya.

"Ia juga mengupayakan agar bisa mengurangi kemacetan, dan mencegah parkiran liar yang sudah mencuat disisi-sisi jalan yang ada diKota Bekasi ini dengan cara menertibkan setiap waktu."Tambahnya. (Adhi)

Amankan Aset Tanah Pemkot Bekasi Camat Mustika Jaya Berharap Dikembalikan Fungsi Semula

MUSTIKAJAYA - (www.zonapantau.com) Lapangan Mustika Jaya yang merupakan aset milik Pemerintah Kota Bekasi seluas 8.000 meter persegi di Kecamatan Mustika Jaya dikuasai warga yang mengaku sebagai ahli waris atas tanah tersebut. Padahal, tanah itu sudah jelas milik Pemkot sesuai putusan Mahkamah Agung (MA).
Penguasaan yang dilakukan warga yang mengaku ahli waris itu yakni dengan seenaknya melakukan penyewaan atas lahan tersebut kepada sejumlah pedagang yang mendirikan bangunan di atas lahan tersebut. Tidak itu saja, sebagain dari lahan itu juga digunakan sebagai pool truk-truk bermuatan besar.
Para pemilik bangunan yang ditemui mengaku, penyewaan dilakukan kepada Mintar yang mengaku sebagai ahli waris, setelah dikatakan Mintar bahwa tanah itu merupakan tanah warisan yang dimilikinya dari orang tua.
Menanggapi hal itu Camat Mustika Jaya, Nadih Arifin menyatakan bahwa untuk kekuatan hukum atas klaim warga itu sama sekali tidak ada. "Sesungguhnya berdasarkan keputusan MA dinyatakan, bahwa tanah itu memang milik Pemkot Bekasi dan itu sudah berketetapan hukum (Inkrakh)," ujar Nadih. (16/9)

Menurut Nadih, selku camat dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Tata Ruang Kota (Distarko). "Dengan harapan agar Distarko dapat segera merekomendasikan kepada aparatur terkait seperti satpol PP untuk merapihkan keadaan lapangan Mustika Jaya," ungkapnya.

Terkait dengan banyaknya bangunan yang berdiri di atas lapangan tersebut Nadih mengatakan bahwa warga melakukan sewa lahan. "Nilai nominal sewanya variasi antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta tergantung luas lahannya namun tidak masuk ke kita," terang Nadih.

Upaya untuk mengamankan aset tanah lapang Mustika Jaya telah diupayakan Nadih dengan memasang papan nama. "Plang papan kepemilikannya sudah dua kali dipasang namun dirobohkan oleh ahli waris, sehingga terpaksa dipasang ulang lagi dengan tujuan agar warga tidak mendirikan bangunan  di atas lahan," tandas Nadih.

Bahkan kata Nadih pada tahun 2009 pernah diadakan pemanggilan dari pihak kecamatan pada ahli waris. "Namun sepertinya mereka tidak dapat memenuhi panggilan dengan alasan kesibukan pekerjaan," terang Nadih.

Pantauan KarBek di lapangan terlihat bahwa tanah aset Pemkot Bekasi sangat kumuh. Berdirinya bangunan di sekitarnya membuat semakin tak tertata nilai estetikanya. Bahkan beberapa kendaraan berat sejenis truk terparkir hingga sepuluh unit yang mengakibatkan rusaknya permukaan tanah lapangan.

Sementara itu Wati (bukan nama sebenarnya)  salah satu penyewa lahan lapangan Mustika Jaya mengatakan dirinya sewa lahan hingga tahun 2016. "Bangunannya kita sendiri yang mendirikan cuman tanah kita sewa setiap tahun diperpanjang hingga akhir tahun 2016," ungkap Wati tanpa mau menyebutkan nominal sewa tanah tempatnya membuka usaha. (Adhi)

Launching PAUD 09 Padurenan "Keterbatasan SDM dan Anggaran Menjadi Kendala"

Ka.UPTD PAUD
MUSTIKAJAYA - (www.zonapantau.com) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 09 Padurenan Kota Bekasi akan menjadi wadah pembentukan generasi berkarakter. Dengan keterbatasan yang ada launching PAUD telah dilaksanakan meskipun sarana belum memadai. Kepala Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) PAUD Kecamatan Mustika Jaya Irob Ruhyadi menyatakan untuk pelaksanaan belajar baru dimulai seminggu mendatang. "Jumlah murid yang mendaftar sudah sekitar 30 anak dan terus terang sebagian besar berlatar belakang keluarga yang kurang mampu," ujarnya.
 
Menurut Irob bahwa berangkat dari rasa kebersamaan dalam membina anak usia 3-5 tahun maka PAUD tersebut berdiri. "Tujuan pertama agar anak-anak yang bermain dapat diarahkan ke hal yang positif sehingga mereka sejak dini kita berikan pembelajaran sesuai dengan pola didik anak seusianya," ungkapnya.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam PAUD diakui Irob yang mantan guru Sumur Batu 01 tersebut masih sangat terbatas. "Tenaga pendidik  ada tiga orang sementara yang berlatar belakang pendidikan tidak ada karena  para pendidik semuanya ibu rumah tangga namun memiliki visi keperdulian pada pendidikan anak usia dini," terangnya.

Mengantisipasi hal tersebut maka Irob segera memberikan pembelajaran tentang administrasi pendidikan. "Secara praktis kita berikan training management edukasi meskipun singkat namun diupayakan bisa diterapkan secara cepat karena usai launching segera dibuka kegiatan belajar," tambahnya.

Terkait dengan anggaran yang bakal diperlukan dengan optimis Irob menyatakan akan berusaha mendapatkannya. "Kendala anggaran menjadi bahan pemikiran utama karena berlangsungnya kegiatan dana menjadi modal utamanya namun kita berangkat dari optimis sambil berjalan kegiatan PAUD akan diupayakan anggaran pendukungnya," paparnya.

Bahkan tanpa bermaksud menonjolkan upaya pencarian dana, Irob mengatakan akan menyisihkan sebagian keuntungan dari usaha sablon miliknya. Dengan demikian Irod berharap semangat kebersamaan terus terjaga dalam melaksanakan kegiatan PAUD tersebut. (Adhi)

Kantor UPTD PAUD Mustika Jaya Butuh Renovasi.

Kondisi Atap Yang Rapuh
MUSTIKAJAYA - (www.zonapantau.com) Suasana kantor Unit Pelaksana Tugas Dinas  (UPTD) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mustika Jaya Kota Bekasi rusak. Penampakan dari plafon yang keropos di sana-sini sangat mengkhawatirkan keamanan penghuninya. Menurut Irob Ruhyadi Kepala UPTD PAUD sesungguhnya kantornya bekas Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA). "Awalnya dulu masuk kantor ini keadaannya sungguh sangat seram karena namanya tempat bayi dilahirkan ada yang berhasil ada pula yang meninggal ini dulu BKIA," ujar Irob pada. (16/9)

Sejarahnya UPTD PAUD mendapatkan tempat karena saat itu kata Irod PAUD menumpang di sebuah ruangan Sekolah Dasar yang sempit. "Dengan kondisi seperti itu tentu saja kurang pas dijadikan tempat layak UPTD PAUD hingga akhirnya mendapatkan tempat ini meskipun kondisinya juga memprihatinkan," ungkap Irob.

Kondisi kantor UPTD PAUD Mustika Jaya sungguh membuat miris. Plafon yang sudah keropos dapat berakibat jatuh menimpa tamu atau penghuni di dalamnya. Demikian juga dengan kondisi kusen pintu yang rapuh dapat mengundang orang bertbuat jahat dengan mencongkel pintu dengan mudahnya.

Melihat tampilan kantor UPTD PAUD itu Irod sudah mengupayakan mengajukan proposal renovasi. "Tahun 2011 saya sudah ajukan itu ke Dinas Bangunan dan Pemadam Kebakaran (Disbangkar) dengan ajuan hanya sebesar Rp 100 Juta untuk perbaikan, sayangnya hingga sekarang itu belum ada realisasinya," keluh Irob Ruhyadi.

Bahkan pernah setahun yang lalu Walikota Bekasi Rahmat Effendi dipaksa melihat kondisi kantornya. "Saya bonceng dengan sepeda motor untuk melihat kondisi UPTD PAUD tapi itu juga belum mendapatkan hasil," terangnya.
Selama ini yang tertinggal hanyalah semangat kerja dengan kebersamaan. "Rasa kekeluargaan di antara staff yang membuat terus berupaya meningkatkan kinerja, ini terbukti dengan banyaknya prestasi diraih UPTD PAUD Mustika Jaya.

Terkait dengan kondisi bangunan akhirnya Irod bersama delapan staff yang semuanya Tenaga Kerja Kontrak (TKK) pasrah saja. Dirinya berharap Pemkot bekasi dapat lebih memperhatikan kondisi kantor. Karena selama ini diakui oleh Irob anggaran pengecatan dinding saja diupayakan bersama-sama. (Adhi)

6 TAHANAN POLSEK PONDOK GEDE KABUR



PONDOKGEDE - Lagi kasus tahanan kabur, setelah sebelumnya pernah terjadi di Polsek Bekasi Utara. Ruang tahanan Polsek Pondok Gede, mendadak geger. Pasalnya lima tahanan narkoba & satu tahanan ranmor berhasil meloloskan diri dari pengapnya jeruji besi. Diduga kejadian kaburnya 6 tahanan diperkirakan jam 05.00 WIB, dibantu pihak luar pada Jumat, (12/9). Keterangan yang disampaikan AKP Siswo, sekarang ini dalam pengembangan dan pengejaran. Mereka berenam telah jadi DPO, dan kini sedang diendus keberadaannya. Kami bentuk tim khusus yang melibatkan personil polsek dan Polres Kota Bekasi,”tuturnya. Kaburnya 6 tahanan diindikasikan karena Polsek Pondok Gede kecolongan. “Ya, ini karena kelalaian petugas, dan mereka yang piket malam sedang diproses oleh Propam Polres Metro Bekasi,”tukasnya pada Zona Pantau.com

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, SH, MH angkat bicara tentang kaburnya 6 tahanan dari Polsek Pondok Gede. “Yang mencurigakan besi paling luar di dalam rangka teralis di kamar mandi itu ada potongan yang rapi dan rata tapi kalau yang teralis bagian dalam itu potongannya terlihat tidak beraturan. Di dalam kamar mandi terpasang ventilasi yang dibingkai dengan dua lapisan teralis besi. Kamar mandi berhimpitan dengan gudang penyimpanan barang bukti. Setelah melalui ventilasi kamar mandi, kemudian melewati penyimpanan barang bukti lalu naik ke atas plapon plastik. Dari atas atap mereka melarikan diri ke gedung yang berada di sekitarnya, puskemas dan koramil,”terangnya. 

Menurut keterangan yang bisa dihimpun Zona Pantau.com bahwa enam tahanan yang kabur menjebol plafon dan teralis kamar mandi. Diduga upaya untuk kabur itu telah direncanakan sejak jauh jauh hari sebelumnya dan melibatkan pihak luar di dalam menjalankan aksinya. Pasalnya polisi menemukan teralis besi kamar mandi yang telah terpotong rapi. Potongan teralis besi itu nyaris sempurna dan tidak mungkin dilakukan dalam waktu yang singkat. Belum diketahui pihak lain itu apakah mereka yang menjenguk para tahanan yang kabur atau bukan. Strategi yang dilakukan cukup cerdas dengan membuat berisik suasana dengan diselingi bebunyian, memukul mukul botol aqua kosong hingga aksi menjebol teralis nyaris tak terdengar. Yang terdengar hanya bunyi botol aqua yang ditabuh. Keenam tahanan menempati ruang terpisah dengan tahanan lain. Sedang ke-20 tahanan umum menempati ruangan yang lain tidak digabung dengan tahanan yang kabur. Keenam tahanan kabur di antaranya ALINDRA alias INDRA sebagai bandar narkoba, kemudian Fitri alias Petruk, Andi Ali, Edi Saputra als Aceh, Pandiaman Situmorang, dan Arief Setiawan bin Taufik H.S.

Keterangan yang bisa dihimpun bahwa Kompol Cahyo selaku Kapolsek Pondok Gede telah anev dengan anggota malam sebelum kejadian.“Waktu kejadian saya dinas pagi, baru tahu pagi-pagi. Yang piket malam khususnya KSPK yang bertanggung jawab. Kapolsek masih memberikan arahan semalam sebelum kejadian,”tutur Panit Lantas Pondok Gede, Iptu Faridah, SH. Ditandaskan mantan Ka Polsub Sektor Pekayon Jaya, bahwa pak Kapolsek memberikan arahan termasuk semua fungsi harus bekerja maksimal. Yang jelas membahas masalah kinerja sesuai fungsi dan tugasnya masing-masing. Ya, kita mungkin tidak bisa salahkan salah satu pihak, kita harus introspeksi diri. Semua telah terjadi, ke depan agar lebih hati-hati dan waspada,”imbuhnya.

Modus operandi tahanan menjebol atap atau teralis besi sebetulnya bukan hal baru. Hal ini perlu diwaspadai. Jika perlu kamar mandi juga dipasang CCTV untuk usaha preventif. Posisi ruang tahanan pasti tidak jauh dari SPK. Pas penjagaan tahanan tidak jauh dari SPK ada CCTV untuk memantau dalam tahanan tapi kan di dalam kamar mandi nggak pakai CCTV. Mereka melalui kamar mandi. Saya juga heran teralis yang digergaji di kamar mandi itu kan kecil banget, nekat juga, padahal hanya seukuran kepala, tapi kok bisa. Saya rasa sudah direncanakan matang kalau misalnya keluar begini dan triknya pun telah dirancang sebelumnya,”tambahnya. 

Menurut keterangan Wakapolres Kota Bekasi, AKBP Golkar Pangarso ada kemungkinan proses kaburnya tahanan dibantu oleh orang dari luar tahanan. “Potongan besinya licin, tidak mungkin jika hanya menggunakan gergaji biasa. Tidak hanya itu mesin gergaji tidak mungkin berada di dalam ruang tahanan karena seluruh barang yang masuk ke dalam tahanan diperiksa oleh petugas. Seluruh jajaran sudah dilapangan guna memburu para tahanan yang kabur,”tandasnya. Pada saat itu ada 4 petugas piket dan sedang dalam interogasi. Dan hingga saat ini pihaknya belum bisa memberikan sanksi apapun terhadap para angota yang jaga pada saat kejadian tersebut maupun anggota lainnya di polsek Pondok Gede lantaran kelalaian ini. “Dan semua masih dalam penyelidikan.” Diakuinya, bahwa jika runag tahanan telah difasilitasi dengan CCTV sehingga setiap gerakan para tahanan terpantau penjaga, namun di dalam kamar mandi CCTV tidak memantaunya,”pungkasnya. (N.TEJO S)
 

Bazzar Perkantoran

Bazzar Perkantoran
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. zonapantau news - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger